SEBUAH CATATAN DARI BALIK BANGSAL 4443

Buat kamu; kawanku yang sedang terpuruk, yang sedang bersedih, yang dilanda kegagalan, ataupun yang merasa hidupnya tak se-beruntung hidup orang lain, sudah tiba masanya kamu bangkit, sudah saatnya kamu merubah mindset kerdil kamu, sudah saatnya berkata “aku spesial” sebagai ganti “aku mah apa dibanding dia”.
Tapi sebelum aku melanjutkan tulisan ini, perkenankan aku untuk berterimakasih kepada ibu terhebat yang aku miliki, seorang ibu yang luar biasa. Ibu, mungkin aku sudah dewasa, aku sudah tidak minta uang jajan lagi kepadamu, tapi aku masih jagoan kecilmu yang dulu, yang masih merepotkanmu sampai saat ini, yang masih sering membuatmu kesal, aku masih sama, aku masih melakukannya sampai detik ini, dan kamu juga masih sama, dengan kesabaran dan kasih sayang yang sama memaafkan setiap ketololanku, dan kamu masih tak pernah bosan melakukannya meski sudah puluhan tahun seperti itu, kamu masih menatapku dengan tatapan penuh kasih seperti kala menatapku pertama kali saat aku menangis dan merah bermandi darah dan air ketubanmu, kamu luar biasa, dan akan selalu begitu di mataku, terimakasih untuk tidak menyerah kala itu untuk menghadirkanku ke dunia ini meski Tuhan baru menjawab doamu di usia ke tujuh pernikahanmu.
Ya, aku dilahirkan atas kerja keras tanpa rasa kenal lelah selama tujuh tahun sejak masyarakat meresmikan ibuku sebagai istri ayahku, aku tahu kamupun begitu, mungkin sedikit berbeda, tapi sadarilah kamu dilahirkan berkat kerja keras dan pengabdian seorang ibu, dan sekarang kamu mau menyerah begitu saja pada situasi yang sulit, padahal itu hanya sedikit saja, aku pikir ibumu tak melahirkanmu hanya untuk kalah, aku pikir ibumu tak pernah bermimpi untuk melahirkan pecundang, dan aku yakin ibumu masih menceritakan kehebatanmu di belakangmu dengan bangga.
Banyak dari kita yang berpikir bahwa kita tidak se beruntung orang lain, maka lahirlah statemen “enak ya jadi kamu, “kamu beruntung banget sih”, “dia mah enak udah pinter anak orang kaya lagi”. Apa semua itu benar? Tidak, karena kita tidak pernah tahu yang sebenarnya bagaimana ‘dia’, andai kamu pernah jadi ‘dia’ maka kamu tidak akan pernah berkata demikian, dan kamu juga tidak perlu jadi ‘dia’, karena kamu diciptakan tuhan spesial sebagai kamu, dan jika kamu berusaha menjadi orang lain bukankah kamu telah menyia-nyiakan keistimewaan yang Tuhan berikan dalam diri kamu.
Mungkin saat ini kamu hanya sedang gagal, sedang terpuruk, sedang patah hati, sedang dalam masa sulit, itu wajar, yang tidak wajar adalah saat kamu menyerah karena itu. Lalu bagaimana cara mengatasi semua itu?, jangan larut di dalamnya, aku tidak bilang kalau kita tidak boleh bersedih, itu sah-sah saja, itu manusiawi, tapi jangan terlalu lama, karena sehari tidak akan berubah menjadi 48 jam hanya karena waktu menunggumu dan bersimpati padamu yang sedang bersedih, tidak kawan, berilah deadline atas keterpurukanmu, jangan terlalu lama, agar kau tak terlalu jauh ketinggalan yang pada akhirnya membuatmu harus berlari mengejarnya.
Buat kamu yang sedang gagal, atau yang pernah gagal, atau juga yang sampai saat ini masih gagal, bersyukurlah, karena kamu berada satu langkah di depan mereka yang sukses, kenapa begitu?, karena Tuhan telah megajarkan kamu satu bab yang belum mereka pelajari, yakni pahitnya kegagalan. Dan selanjutnya kita hanya perlu belajar bagaimana caranya bangkit, jika kamu sudah bisa melakukannya maka kamu sudah dua langkah meninggalkan mereka. Pernyataan yang akan muncul adalah, “tapi itu kan tidak mudah”, benar, dan jika itu mudah maka kamu tidak belajar, karena yang mudah tidak akan membuatmu menjadi lebih dewasa. The most important decisions in life are never easy, keputusan-keputusan penting dalam hidup itu memang tidak pernah mudah, sadari itu, dan jika kamu bisa menaklukkannya, maka pintu-pintu dan pilihan-pilihan baru akan terlihat jelas di depanmu.
jika kamu lari maka akan dikejar, itu adalah hal yang pasti, maka jangan pernah lari, hadapilah masalahmu, karena terkadang kenyataan itu tidak seburuk yang kita takutkan, resiko dan konsekuensi selalu ada, tapi jika kamu tidak pernah mau menanggungnya maka kamu tidak akan pernah melangkah, kamu akan selalu diam di tempat. Mungkin kamu sudah nyaman dengan apa yang kamu miliki sekarang, itu tandanya kamu sedang berada dalam zona nyaman atau comfort zone kamu, itu seringkali membuatmu terlena dan tidak mau bergeming, namun pada dasarnya itu adalah bom waktu yang siap menghancurkanmu kapan saja, karena sebagai makhluk hidup berkembang dan tumbuh adalah salah satu cirinya, maka jika kamu tidak tumbuh artinya kamu tidak lagi hidup.
Berhentilah iri pada orang lain, karena itu menikammu dari dua sisi, satu sisi kamu melemahkanmu dan di sisi lain kamu membuat orang yang kamu irikan menjadi lebih besar. Kalau ada sebagian orang yang pamer atas kejayaannya, jangan puji mereka, karena pada dasarnya mereka adalah orang-orang yang butuh dikasihani, kenapa demikian?, orang yang jaya dan mereka pamer artinya mereka tidak atau mungkin hanya belum merasa bahagia dengan apa yang mereka raih, makanya mereka masih butuh pujian orang lain hanya untuk sekedar sedikit lebih bahagia, dan jika kamu iri maka sesungguhnya kamu sedang membuat mereka dan dirimu semakin terpuruk.
Jangan sampai jatuh di lubang yang sama, aku sering mendengarnya, ku pikir kamu juga, entah itu pepatah atau apa, tapi jika banyak yang mengatakannya jika sedang menasehati orang lain. Itu benar, dan yang perlu kita telaah adalah bagaimana caranya agar tidak jatuh di lubang yang sama?, gampang, tutup lubangnya, bukan menghindarinya. Karena jika kita menghindarinya lubang itu masih ada dan kemungkinan untuk terjatuh pada lubang itu tentunya juga ada, tapi jika kita menutupnya maka saja jamin kamu tidak akan pernah terjatuh pada lubang yang sama.
Buat kawan-kawanku yang sedang patah hati, maafkanlah orang yang menyakitimu, karena mungkin dia hanya lupa bahwa saat ia mengikrarkan perasaannya padamu ia juga sedang berjanji pada dirinya untuk menjamin kebahagiaanmu, dan doakanlah semoga ia segera mengingatkannya sebelum orang lain mengambilmu dan menggantinya dengan penyesalan. Bagi mereka yang sedang dilanda masalah, bersabarlah, karena sesungguhnya Tuhan sedang berada di depanmu untuk mewawancaraimu sebelum memberikan promosi jabatan. Buat kamu yang sedang sibuk dan mulai jenuh dengan tugas akhir atau skripsi yang tidak kelar-kelar karena dosen pembimbing selalu mengkritisi dan memberikan koreksi untuk segera direvisi, bersyukurlah, setidaknya kamu tidak terlalu cepat menjadi pengangguran. Bagi mereka yang sedang menunggu kelahiran putra-putri pertamanya setelah bertahun-tahun menikah, berbanggalah, karena anakmu sangat spesial, hingga Tuhan butuh waktu lebih lama untuk mempersiapkannya sebelum mengenalkannya pada dunia, maka persiapkan pula diri kalian agar menjadi orang tua yang luar biasa agar nantinya anakmu yang hebat itu tidak tersia-siakan keistimewaannya.
Aku, orang yang pernah gagal, aku juga orang yang sempat ingin menyerah pada situasi, aku bukan orang hebat yang selalu berhasil, aku bukan orang pintar yang tak butuh belajar agar lulus ujian, andai saja boleh iri aku juga mau iri sama kalian. Kerja keras dan ketekunan tidak akan pernah menghianatimu, tetaplah berjuang dan berusaha, aku tidak bilang kalian akan berhasil, aku juga tidak pernah menjamin itu, tapi selama kita tidak menyerah sekecil apapun pijarnya lentera harapan masih akan tetap menyala, dan jika kalian menyerah maka sudah tidak ada yang tersisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: